Sebagai bagian dari peta jalan strategis mewujudkan ekosistem agribisnis bertaraf nasional, PT Bhima Sriwijaya Agro Gemilang (BSAG) menggencarkan program intensifikasi dan ekstensifikasi lahan pertanian di Sumatra Selatan. Fokus operasional awal bertumpu pada wilayah Banyuasin yang diproyeksikan mencakup 100.000 hektar lahan untuk intensifikasi tanaman padi. Pendekatan ini memanfaatkan mekanisasi penuh dan sistem pengelolaan lahan terpadu demi mencapai target produktivitas tinggi hingga 10–12 ton per hektar.
Selain intensifikasi, perusahaan menargetkan ekstensifikasi seluas 10.000 hektar di wilayah Ogan Komering Ilir (OKI) dan Ogan Ilir (OI). Skala operasional yang masif ini dibarengi dengan kebutuhan tenaga kerja profesional yang signifikan pada Agustus 2026. Perusahaan merencanakan rekrutmen sebanyak 4.000 Operator Alsintan Senior, 60 Drone Aviator, serta 1.500 Ahli Agronomi dan Pengawas untuk mengawal pembukaan lahan hingga tahap penanaman serentak.
Lini masa strategis PT BSAG dirancang secara sistematis dalam periode 2026 hingga 2031. Fase diawali pada awal tahun 2026 dengan pemenuhan legalitas, studi AMDAL, dan finalisasi kontrak mitra teknologi RRC, diikuti penanaman padi serentak pada September 2026. Memasuki tahun 2027, fokus bergeser ke optimalisasi tanam dan pembangunan infrastruktur logistik terintegrasi. Perusahaan menargetkan pengelolaan 200.000 hektar lahan pada 2028 sebelum melakukan ekspansi pasar ke seluruh Pulau Sumatra hingga tingkat nasional pada 2031.
Langkah ekspansi terukur ini dilaksanakan dengan kepatuhan penuh terhadap regulasi pemerintah, termasuk pelibatan Badan Pangan Nasional, Kementan RI, dan Kementerian Lingkungan Hidup. Melalui peta jalan strategis ini, PT BSAG siap memimpin transformasi agribisnis bernilai tinggi.

