Membangun Ekosistem Kemitraan Pertanian Berkelanjutan

Pertanian masa depan membutuhkan kolaborasi lintas pihak yang kuat guna menjaga keseimbangan antara produktivitas tinggi dan keberlanjutan lingkungan. PT Bhima Sriwijaya Agro Gemilang (BSAG) membangun ekosistem kemitraan terpadu yang menyatukan PERHIPTANI melalui PT BSAG, Konsorsium Pemodal asal RRC, para petani, serta berbagai pemangku kepentingan strategis lainnya, meliputi vendor sarana produksi, pemerintah desa, penyuluh pertanian, dan mitra pendukung lainnya, untuk membangun sistem agribisnis yang kokoh, transparan, dan berkelanjutan.

Program Kemitraan Agribisnis Intensifikasi Tanaman Pangan ini diinisiasi oleh DPW PERHIPTANI Sumatera Selatan bekerja sama dengan Konsorsium Jinfeng Agri Development, dan dilaksanakan oleh PT BSAG melalui pendekatan Pertanian Modern — Sistem Pertanian Canggih (PM–AAS) dengan target indeks pertanaman IP–300 (3 kali panen dalam setahun) dan produktivitas 8–12 ton per hektar per musim tanam.

Jaringan ekosistem PT BSAG diperkuat melalui kemitraan strategis dengan berbagai pemangku kepentingan. Sebagai mitra penyuluhan, Perhiptani Sumsel (DPP & DPW) berperan memfasilitasi transfer pengetahuan dan praktik pertanian cerdas (smart farming) kepada para petani, mencakup pelatihan teknis budidaya, pengelolaan lahan, dan penggunaan teknologi pertanian modern. Pemerintah desa berperan memfasilitasi akses lahan dan kesepahaman bersama di tingkat masyarakat. Penyuluh pertanian mendampingi petani secara langsung di lapangan. Dari sisi regulasi, koordinasi erat dilakukan bersama Kementerian Pertanian RI, Badan Pertanahan Nasional, serta Badan Pangan Nasional guna menjamin kepatuhan legalitas dan standar operasional. Sementara itu, pasokan sarana produksi didukung oleh mitra penyedia energi dan produk agrokimia nasional, serta teknologi pertanian terpadu dari mitra strategis asal RRC.

Keberlanjutan lingkungan dan prinsip zero waste menjadi komitmen dasar seluruh operasional PT BSAG. Limbah pertanian seperti jerami, sekam, dan dedak diolah kembali menjadi produk bernilai tambah, antara lain asap cair dan briket organic, sehingga tidak hanya mengurangi dampak lingkungan, tetapi juga menambah pendapatan petani. Kemitraan terintegrasi ini dirancang tidak hanya untuk meningkatkan efisiensi industri pangan, tetapi juga memperkuat kesejahteraan masyarakat tani di kawasan operasional Kabupaten Banyuasin, Ogan Komering Ilir, dan Musi Banyuasin.

Berkantor pusat di Palembang, PT BSAG secara terbuka membuka peluang kemitraan strategis bagi para pihak yang ingin berkontribusi dalam transformasi pertanian modern. Kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi model percontohan sinergi hulu–hilir yang memajukan ekonomi daerah sekaligus menjamin ketersediaan pangan bagi seluruh rakyat Indonesia.