Sebagai bagian dari peta jalan strategis mewujudkan ekosistem agribisnis bertaraf nasional, PT Bhima Sriwijaya Agro Gemilang (BSAG) gencar melaksanakan program intensifikasi dan ekstensifikasi lahan pertanian di Sumatera Selatan dengan pendekatan teknologi PM–AAS (Pertanian Modern — Advanced Agriculture System).
Fase awal operasional difokuskan di Kabupaten Banyuasin, mencakup delapan wilayah kerja kemitraan: Muara Sugihan, Sumber Marga Telang, Makarti Jaya, Pantai Harapan, Pelimbangan, Kuala Sungai Jeruju, Sungai Lumpur, dan Sungai Somor. Dengan target luasan lahan intensifikasi tanaman padi mencapai 100.000 hektar di wilayah Banyuasin, serta wilayah kerja awal di Ogan Komering Ilir (OKI) dan Musi Banyuasin (MUBA). Pendekatan ini menerapkan mekanisasi menyeluruh dan sistem pengelolaan lahan terpadu yang meliputi: pengaturan tata air, perbaikan kondisi tanah melalui penaburan dolomit dan asam humat, pemupukan berimbang, serta pengendalian hama dan penyakit terpadu, untuk mencapai target produktivitas tinggi sebesar 8–12 ton per hektar per musim tanam.
Selain intensifikasi, perusahaan menargetkan ekstensifikasi lahan seluas 10.000 hektar yang diperluas hingga ke wilayah Ogan Ilir (OI). Skala operasional yang masif ini disertai kebutuhan tenaga kerja profesional yang signifikan mulai Agustus 2026. Perusahaan merencanakan rekrutmen sebanyak 4.000 Operator Alsintan Senior, 60 Pengawas Drone, serta 1.500 Ahli Agronomi dan Pengawas Lapangan untuk mendampingi proses pembukaan lahan hingga penanaman serentak di setiap unit wilayah kerja.
Peta jalan strategis PT BSAG disusun secara bertahap untuk periode 2026–2032:
- Awal 2026: Pemenuhan kelengkapan legalitas, penyusunan studi AMDAL, survei lapangan oleh tim ahli, dan finalisasi kontrak kerja sama teknologi
- Desember 2026–Maret 2027: Penanaman padi secara bertahap di lahan intensifikasi Banyuasin, OKI, dan MUBA menggunakan sistem TABELA dan teknologi drone
- 2027: Perluasan program ekstensifikasi ke Kabupaten Ogan Ilir (OI) serta pembangunan infrastruktur logistik terintegrasi, mulai dari pengeringan, penyimpanan dalam silo, hingga unit penggilingan beras
- 2029: Target pengelolaan lahan mencapai 200.000 hektar di seluruh Sumatera Selatan
- 2032: Ekspansi ke tingkat nasional
Seluruh langkah ekspansi ini dilaksanakan dengan kepatuhan penuh terhadap peraturan perundang-undangan, termasuk koordinasi dengan Badan Pangan Nasional, Kementerian Pertanian RI, serta Kementerian Lingkungan Hidup. Melalui peta jalan ini, PT BSAG siap memimpin transformasi agribisnis bernilai tinggi yang berkelanjutan.

