Membangun Ekosistem Kemitraan Pentaheliks Pertanian Berkelanjutan

Pertanian masa depan membutuhkan kolaborasi lintas sektor yang kuat demi menjaga keseimbangan antara produktivitas tinggi dan keberlanjutan lingkungan. PT Bhima Sriwijaya Agro Gemilang (BSAG) menerapkan pendekatan kemitraan inklusif pentaheliks sebagai salah satu strategi utamanya. Pendekatan ini menggabungkan peran pemerintah, akademisi, pelaku bisnis, masyarakat/petani, dan media untuk membangun ekosistem agribisnis yang solid dan ramah lingkungan.

Jaringan ekosistem PT BSAG diperkuat oleh kemitraan strategis dengan berbagai pemangku kepentingan. Sebagai mitra penyuluhan, Perhiptani Sumsel (DPP & DPW) berperan memfasilitasi transfer pengetahuan smart farming kepada petani. Dari sisi regulasi, koordinasi erat dilakukan bersama Kementerian Pertanian RI, BPN, serta Badan Pangan Nasional guna menjamin kepatuhan legalitas dan standar operasional. Sementara itu, pasokan sarana produksi didukung oleh vendor energi dan agrokimia nasional.

Keberlanjutan lingkungan dan prinsip zero waste menjadi komitmen dasar operasional PT BSAG. Pengolahan limbah pertanian diarahkan untuk menghasilkan produk bernilai tambah seperti asap cair dan briket organik. Kemitraan terintegrasi ini dirancang tidak hanya untuk meningkatkan efisiensi industri pangan, tetapi juga memperkuat kesejahteraan masyarakat tani sekitar kawasan operasional Banyuasin, OKI, dan OI.

Melalui kantor pusatnya di Palembang, PT BSAG secara terbuka mengundang peluang kemitraan strategis bagi para pihak yang ingin berkontribusi dalam transformasi pertanian modern. Kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi model percontohan sinergi hulu-hilir yang mampu memajukan ekonomi daerah sekaligus menjamin ketersediaan pangan bagi seluruh rakyat Indonesia.